Artikel Terbaru

Ciri-ciri dan pencegahan Campak pada anak

Sebagai seorang ibu muda, tidak ada yang lebih bikin hati deg-degan selain melihat anak tiba-tiba demam tinggi, rewel, lalu muncul ruam merah di tubuhnya. Pikiran langsung ke mana-mana, apalagi kalau ini pertama kalinya terjadi. Salah satu penyakit yang sering bikin orang tua panik adalah Campak. Tapi tenang ya, Bun… dengan mengenali ciri-cirinya sejak awal, kita bisa lebih sigap dalam menangani si kecil.  Ciri-Ciri Campak pada Anak Campak bukan sekadar ruam biasa. Penyakit ini biasanya muncul dengan beberapa tanda khas yang bisa kita perhatikan di rumah. Berikut ciri-cirinya: 1. Demam Tinggi Mendadak Biasanya, gejala pertama adalah demam tinggi, bisa mencapai 38–40°C. Anak jadi lemas, tidak aktif seperti biasanya, dan lebih sering minta digendong. 2. Batuk, Pilek, dan Mata Merah Anak terlihat seperti flu berat. Hidung berair, batuk terus-menerus, dan matanya tampak merah serta berair. Kadang anak juga jadi sensitif terhadap cahaya. 3. Muncul Bintik Putih di Mulut Beberapa hari seb...

Google

Mengenal penyakit Ramsay Hunt Syndrome yang dialami Justin Bieber.

Penyanyi Justin Bieber yang terkenal dengan salah satu lagunya Never say never ternyata sekarang sedang mengalami sakit pada bagian wajahnya yang mengalami kaku dan salah satu matanya tidak dapat berkedip. Dan penyakit tersebut adalah Ramsay Hunt Syndrome.


Ramsay Hunt Syndrome juga dikenal sebagai herpes zoster oticus yang disebabkan oleh infeksi varicella zoster virus (VZV) yang menyerang sistem saraf pada wajah.

Menurut beberapa sumber menuliskan bahwa untuk sindrom Ramsay Hunt ini lebih banyak menyerang pada laki-laki atau perempuan dewasa dan jarang terjadi kasus pada anak-anak.


Menurut laman Mayo Clinic, ada 2 gejala utama dari sindrom Ramsay Hunt, yaitu:

  • Ruam kemerahan yang terasa sakit dengan bintil-bintil berisi cairan, di dalam dan sekitar telinga.
  • Paralisis atau kondisi lumpuh pada bagian wajah yang terdapat ruam.

Biasanya, ruam dan kelumpuhan wajah terjadi pada saat bersamaan. Namun, bisa saja ruam muncul terlebih dahulu, begitu pula sebaliknya. 

Sindrom ini juga mungkin dapat menimbulkan gejala-gejala lain, seperti:

  • Sakit telinga
  • Pendengaran memburuk
  • Telinga berdengung (tinnitus)
  • Kesulitan menutup salah satu mata
  • Merasa seperti berputar atau kliyengan (vertigo)
  • Perubahan pada indra pengecap, atau kehilangan kemampuan mengecap makanan
  • Mulut dan mata kering


Apa penyebab dari sindrom Ramsay Hunt ini?

Penyebab umum/utama sindrom ini adalah infeksi virus yang sama dengan penyebab cacar api dan cacar air, yaitu varicella-zoster.

Virus ini diyakini bisa menginfeksi saraf wajah yang terletak dekat telinga bagian dalam. Inilah yang menyebabkan terjadinya iritasi dan atau pembengkakan pada saraf-saraf tersebut. Kadang menyebabkan kelumpuhan pada wajahnya.

Seseorang yang sudah pernah terkena cacar dan telah sembuh masih mungkin memiliki virus yang tersisa di dalam sarafnya. Namun, virus akan berada dalam fase “tertidur” sampai waktu tak tentu.

Beberapa waktu kemudian, virus tersebut dapat kembali aktif dan menyebabkan gejala-gejala sindrom Ramsay Hunt, terutama jika sistem imun tubuh melemah.


Adakah faktor resiko terbesar untuk Sindrom Ramsay Hunt ini?

Semua penyakit mempunya resiko secara langsung ataupun tidak langsung. Dan resiko terjangkit penyakit ini adalah sebagai berikut :

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Pernah menderita cacar air atau cacar api
  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah
  • Belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar
  • Bayi yang baru lahir
  • Ibu hamil


Apakah bisa diobati?

Untuk pengobatan Ramsay Hunt kita harus menganalisa sample cairan dari bintil di wajah kita di laboratorium dan akan menentukan pengobatan seperti apa yang akan di lakukan. Namun ada beberapa jenis pengobatan untuk penyembuhan Ramsay Hunt ini dengan cara :

  1. obat antivirus
  2. Kortikosteroid untuk meningkatkan kinerja obat antivirus diatas.
  3. obat pereda sakit

Selain dengan obat-obatan, tentu untuk pasien juga harus menjaga cara hidup sehat dengan cara :

  • Jagalah daerah yang terkena bintil merah agar tetap bersih.
  • Gunakan kompres basah yang dingin pada bintil merah untuk meringankan rasa sakit.
  • Gunakan obat pereda nyeri atau obat anti-inflamasi yang tersedia di apotek, seperti ibuprofen.
  • Gunakan obat tetes mata dengan kandungan pelembap jika mata Anda menjadi kering.
  • Pada malam hari, oleskan salep mata dan gunakan penutup mata.


Semoga bermanfaat

Comments

In feed

Popular posts from this blog

20 Nama Bayi Buddhis yang Damai dan Penuh Berkah untuk Si Kecil Lahir Hari Kamis!

20 Nama Bayi Kristiani Modern dan Penuh Berkat untuk Si Kecil yang Lahir di Hari Kamis!

Dua Kali Semangat! 20 Nama Bayi Kembar (L/P) Lahir Hari Selasa, Penuh Berkah & Arti!