Artikel Terbaru

Ciri-ciri dan pencegahan Campak pada anak

Sebagai seorang ibu muda, tidak ada yang lebih bikin hati deg-degan selain melihat anak tiba-tiba demam tinggi, rewel, lalu muncul ruam merah di tubuhnya. Pikiran langsung ke mana-mana, apalagi kalau ini pertama kalinya terjadi. Salah satu penyakit yang sering bikin orang tua panik adalah Campak. Tapi tenang ya, Bun… dengan mengenali ciri-cirinya sejak awal, kita bisa lebih sigap dalam menangani si kecil.  Ciri-Ciri Campak pada Anak Campak bukan sekadar ruam biasa. Penyakit ini biasanya muncul dengan beberapa tanda khas yang bisa kita perhatikan di rumah. Berikut ciri-cirinya: 1. Demam Tinggi Mendadak Biasanya, gejala pertama adalah demam tinggi, bisa mencapai 38–40°C. Anak jadi lemas, tidak aktif seperti biasanya, dan lebih sering minta digendong. 2. Batuk, Pilek, dan Mata Merah Anak terlihat seperti flu berat. Hidung berair, batuk terus-menerus, dan matanya tampak merah serta berair. Kadang anak juga jadi sensitif terhadap cahaya. 3. Muncul Bintik Putih di Mulut Beberapa hari seb...

Google

Dongeng anak pengantar tidur : Ikan kecil dan Patung kolam sang penolong.

Teman-teman, hari ini sepertinya Nizar sedikit sumeng. Badannya panas dan sedikit rewel, bahkan untuk tidur saja harus di dongengkan dulu. Nah ayah jadi inget sama dongeng dari webnya bobo dengan judul "Mima si ikan kecil". Ayah coba ceritakan lagi ya sambil tidur, tapi jangan lupa untuk cuci tangan dan kaki serta berdoa dulu sebelum tidur.

Dongeng anak pengantar tidur : Ikan kecil dan Patung kolam sang penolong.
dongeng anak. sumber bobo

Mima si ikan mas kecil tinggal di sebuah kolam kecil. Di kolam itu, ada patung batu anak lelaki yang berdiri di tengah kolam.

Patung anak lelaki itu menyemburkan air mancur yang keluar dari mulutnya.


Patung anak lelaki itu sangat menyukai Mima. Menurutnya, Mima adalah ikan mas yang paling cantik yang pernah ia lihat.


Selain patung batu itu, ada juga makhluk lain yang suka pada Mima. Ia adalah kucing abu-abu bernama Mio.


“Miaaauuu…” gumam Mio ketika mendekati kolam. “Kalau saja aku bisa menangkap ikan gendut kecil itu, dia pasti akan menjadi makan malam yang lezat...” pikirnya.
 

Sayangnya, Mima tidak tahu apa yang dipikirkan Mio. Ia menjadi sangat bangga karena mengira Mio suka padanya. Mima ingin agar patung batu juga tahu, kalau Mio mengidolakan Mima.

“Hei, Mima… mengapa kamu tidak berenang di tepi kolam? Miaaaauuu…” sapa Mio ramah sekali. “Aku ingin sekali mengangkat kamu dan mengajakmu berjalan-jalan bersama di halaman…”


Mima tersenyum semakin bangga. Perlahan, ia berenang mendekat ke tepi kolam. Mio menunggu dengan tak sabar di tepi kolam.


“Jangan! Jangan mendekat ke tepi kolam, Mima!” seru patung anak lelaki. “Mima, kamu, kan, tahu. Ikan mas tidak bisa berjalan di darat.


“Tenang saja, Mima… Aku akan meletakkanmu di punggungku. Kau tidak perlu lelah berjalan…” bujuk Mio lagi.


Mima tersipu senang. Ia terus berenang, semakin mendekat ke arah Mio. Mio pun menjulurkan tubuhnya ke depan.


“Mimaaa… kembali ke tengah kolam!” teriak patung anak lelaki. Namun terlambat…


SYUUUUT!


Cakar Mio yang tajam sudah menyambar air kolam. Permukaan air bergolak karena terciduk cakar Mio.


Tak lama kemudian…, tampak Mima sudah menggelepar tak berdaya di dekat kaki Mio.


Patung anak lelaki sangat terkejut. Tiba-tiba ia mendapat ide untuk menolong Mima.


“Fuuuh… fuuuhhh…” Patung anak lelaki itu menyemburkan air mancur dari mulutnya. Biasanya ia meniup ke arah atas. Namun kali ini, ia meniup ke arah tepi kolam.


PROOOT…


Semburan air itu membuat Mio terkejut dan panik. Tubuhnya basah, dari ujung hidung hingga ke ujung ekornya.


“Miaaauuu…” teriak Mio kucing kewalahan. Seperti kucing lainnya,
ia tidak suka basah. “Miaaauuu…” teriaknya lari sambil berlari pergi, dan lupa pada Mima.


Patung anak lelaki terus menyemburkan air mancur ke tepi kolam. Perlahan, bagian tepi kolam tergenang air. Tubuh Mima terangkat air, lalu meluncur masuk kembali ke dalam kolam.


Betapa gembira dan leganya Mima ketika merasakan lagi air kolam di sekeliling tubuhnya.


Mima mendongak ke atas dan melihat patung batu anak lelaki itu.


“Kamu betul-betul anak lelaki yang pintar. Sedangkan aku ini, betul-betul ikan kecil yang bodoh. Maafkan aku karena tidak mendengar peringatan darimu. Terima kasih sudah menolongku…” ujar Mima penuh penyesalan.


“Fuuuh… fuuuh…”


Patung batu anak lelaki itu menyemprotkan air lebih tinggi dan tinggi lagi ke atas kolam.


Tampak percikan air di udara yang cerah. Patung batu anak lelaki itu sangat bangga dan bahagia.


Dari cerita diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa kita jangan langsung percaya dengan orang lain.

Mudah-mudahan dongengnya bermanfaat ya teman-teman ayah. Nizar juga sudah mulai tidur nih.

sumber : http://bobo.grid.id/read/08711649/mima-si-ikan-mas-kecil?page=2

cek youtube.com

Comments

In feed

Popular posts from this blog

20 Nama Bayi Buddhis yang Damai dan Penuh Berkah untuk Si Kecil Lahir Hari Kamis!

20 Nama Bayi Kristiani Modern dan Penuh Berkat untuk Si Kecil yang Lahir di Hari Kamis!

Dua Kali Semangat! 20 Nama Bayi Kembar (L/P) Lahir Hari Selasa, Penuh Berkah & Arti!